Dituding sebagai pelanggar HAM, sejumlah negara di dunia balik serang trump

banner 160x600
banner 468x60

. Gas air mata menjadi senjata andalan polisi untuk membubarkan aksi unjukrasa.demonstrasi di seluruh negeri Amerika serikat (AS) menentang jam malam, dan seorang presiden akan mengerahkan tentara di jalan-jalan.
Kekacauan sipil di as yang dipicu dengan kematian warga keturunan afrika, George floyd , telah menggantikan virus Corona sebagai tajuk utama di berbagai media seluruh dunia.
Bagi negara-negara yang menjadi sasaran kritik AS karena dianggap melanggar hka-hak demokrasi, kematian George floyd memberikan peluang untuk balik mengecam pelanggaran HAM di negeri Paman sam. Sejumlah media di Tiongkok Iran, Rusia, dan turki meliput aksi protes di AS.
Surat kabar pemerintah Tiongkok global times, membandingkan respon AS terhadap protes atas kematian George floyd dengan dukungan Washington sebelumnya kepada para pemrotes hongkong, mengingat para pembaca bahwa para politisi AS menggambarkan demo di Hongkong sebagai "pemandangan indah" demokrasi.
Pemimpin redaksi harian tersebut, Hu xijin menulis " kekacauan di Hongkong berlangsung lebih dari setahun dan tidak ada pengerahan tentara. Tapi baru tiga hari terjadi kekacauan di Minnesota, Trump secara terbuka mengancam penggunaan senjata api dan mengisyaratkan akan mengerahkan pasukan militer".
Situs surat kabar itu telah mengunggah tangkapan layar dari pesan-pesan di twitter.konon berasal dari "perusuh" anonim hongkong-menawarkan pengunjuk rasa di AS "tutorial online" tentang pengaturan penghalang jalan dan menghindari polisi. Twitter diblokir i daratan Tiongkok.
AS sebelumnya sangat kritis akan perlakuan Tiongkok terhadap Hongkong, setelah gelombang demonstrasi pro demokrasi terjadi sejak 2014. Baru-baru ini, terjadi demonstrasi di teritori setelah Beijing berencana akan memberlakukan undang-undang keamanan baru terhadap wilayah itu, sehingga memicu kekhawatiran bahwa penduduk Hongkong kehilangan kebebasan mereka.
AS mendukung penuh para pengunjuk rasa ini, yang oleh pemerintah Tiongkok menghormati hak mereka untuk didengar.
Dalam salah satu ulasan, pengguna membuat lelucon tentang presiden Trump yang berlindung di bunker gedung putih pada 29 Mei lalu di tengah demonstrasi yang memanas.
"Ada presiden yang di pilih banyak orang, kenapa anda khawatir akan rakyat anda", ujar salah satu komentar di ulasan itu, yang disukai hampir 85.000 pengguna. "Adegan-adegan yang terjadi di Hongkong akhirnya muncul di negara anda", ujar pengguna yang lain.
Tidak hanya Tiongkok, Iran juga menjadi sasaran kritik AS soal HAk Azasi Manusia (HAM). Beberapa negara memiliki hubungan yang tegang dengan AS, seperti Iran, negara yang berselisih dengan Washington sejak revolusi Islam 1979 dan dikenai sanksi keras AS.
Tak lama setelah demonstrasi atas kematian George floyd dimulai di AS, kantor berita Iran, fars, menerbitkan komentar yang menyerukan presiden Trump agar menegakkan kewajiban Amerika dibawah hukum internasional untuk melindungi komunitas kulit hitamnya.
"AS mencaci negara-negara lain atas dugaan pelanggaran HAM", demikian bunyi artikel itu, "tetapi secara konsisten dan sengaja menolak mengakui dan menangani sejarah suramnya sendiri atas pelanggaran hak azasi manusia".
Media penyiaran Iran juga secara luas melaporkan cuitan menteri luar negeri Mohammad Javad zarif, dimana dia menyamakan kebrutalan polisi AS terhadap orang-orang Amerika keturunan Afrika dengan sanksi Iran.
Kendati begitu, penghormatan dengan menyalakan lilin yang diadakanl untuk menghormati George floyd di kota Mashad memicu perbedaan di Twitter, yang di blokir di Iran, setelah beberapa pengguna menuduh para pemimpin Iran menunjukan standar ganda.
Seorang pengguna mengatakan ketika menyalan lilin untuk George floyd, pemerintah Iran telah "menangkap orang-orang yang menyalakan lilin bagi mereka yang tewas dalam kecelakaan pesawat Ukraina".
Beberapa pengguna Twitter juga membandingkan reaksi Iran terhadap peristiwa di AS dengan demonstrasi di Iran November lalu. Yang menurut amnesty internasional, lebih 300 tewas akibat tindakan keras polisi.
Sementara itu, media Rusia menganggap AS sebagai munafik. Wartawan Rusia, dmitry kiselyov mengatakan bahwa jika suatu yang mirip terjadi di Rusia, AS dan negara -negara lainnya akan segera menerapkan "sanksi baru" terhadap Moskow.
Sejak aneksasi Rusia atas semenanjung laut hitam Krimea dari Ukraina, otoritas AS telah menjatuhkan sanksi yang menargetkan pejabat dan kepentingan bisnis di Rusia.
Kiselyov mempertanyakan mengapa Washington mencoba untuk "mengajari planet ini untuk hidup", ketika itu tidak hanya memiliki adegan "kekerasan dan kebrutalan,tetapi korban tewas terbesar akibat virus Corona".
Dampak program TVItogi nedeli, kebijakan-kebijakan Donald Trump disamakan dengan 'skenario tiongkok', dimana dia menyebarkan "tindakan keras terhadap pengunjuk rasa dan larangan keras terhadap media sosial", sebuah referensi untuk perintah eksekutif presiden AS yang berusaha untuk memaksakan pertanggungjawaban yang lebih besar pada platform internet untuk konten mereka.
Siaran berita malam yang disiarkan di channel onerusia, membuat poin yang sama, mengatakan bahwa AS bereaksi terhadap protes dengan taktik Sam yang dilakukan pihak berwenang di Turki dan Mesir, yang sebelumnya Washington sebut sebagai "kejahatan".
Dari turki, menurut tajuk utama harian Yeni safak yang pro dengan pemerintah setempat, demonstrasi di AS menandai "berseminya orang-orang Amerika keturunan Afrika".
Koran-koran Turki juga melaporkan cuitan presiden Erdogan tentang George floyd, mengatakan sangat sedih dengan kematiannya yang dia klaim sebagai akibat dari "pendekatan rasis dan fasis.
Di media sosial turki,pengguna yang pro pemerintah kritik atas intervensi polisi turki dalam sebuah demonstrasi di negara itu, dengan kejadian di amerika, dengan salah satu diantar mereka mengatakan, "AS membayar harga diri dengan dosa-dosa mereka".
Selama gerakan demonstrasi besar terakhir di turki, yang dipicu rencana pembangunan di taman gezi Istanbul pada 2013 , para pejabat AS menyuarakan keprihatinan mereka atas laporan pengerahan pasukan polisi yang beelebihan., Menyuarakan pemerintah presiden Erdogan agar menghormati hak untuk berkumpul.
Akan tetappi kritik terhadap AS juga memicu respons dari pengguna media sosial lain di turki,yang menuding presiden Erdogan dan pendukungnya bermuka dua.
Dalam forum debat daring populer, eksi sozluk seorang pengguna mengingatkan Erdogan bahwa dia adalah presiden dari sebuah negara dimana seorang anak tewas setelah kepalanya dipukul.dengan tabung gas airmata, merujuk pada Berlin Elvan berusia 13 Tahun, yang terbunuh Alan aksi protes pada 2013. Pengguna lain menunjuk pada standar ganda turki sendiri yang menjadi vokal tentang rasisme di AS, sementara "tetap diam"terhadap kekerasan di provinsi berpenduduk Kurdi di turki.

Artikel ini di ambil dari harian analisa yang bertajuk dituding sebagai pelanggar HAM, sejumlah negara di dunia balik serang trump

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Dituding sebagai pelanggar HAM, sejumlah negara di dunia balik serang trump"